hidup satu kali, jangan salah ber-Aqidah!!!

November 13, 2007

Di negara Indonesia terdapat banyak aliran-aliran penyebar aqidah islam sesat, diantaranya yang paling penting adalah masalah Ma’rifatulloh(mengenal Alloh), banyak sekali golongan-golongan yang salah dalam mengartikan sebuah dalil dari nash alQuran yang terdapat pada surat Thoha ayat 5 yang berbunyi seprti ini : “Arrohmaanu ‘alal Arsy istawa ” yang diartikan oleh mereka ” Dia ( Alloh ) Yang Maha Pengasih yang bersemayam diatas Arsy “. kata “Istawa “ pada ayat tersebut tidak boleh diartikan “bersemayam” karena Alloh Maha Suci dari sifat “bersemayam” atau dalam kamus indonesia artinya ” duduk “(sifat makhluk) dan bertentangan dengan sifat Alloh yaitu “Mukhollafatuhu lil” Hawaditsi yang artinya adalah “berbeda dengan makhluknya “ dan bertentangan pula dengan Surat Assyura ayat 11 yang berbunyi : ” Laisya kamistlihii Syai’un ” yang artinya adalah ” Alloh berbeda dengan Makhluk-Nya dari satu segi maupun semua segi “ dan juga bertentangan dengan surat al Ikhlas ayat 4 yaitu : ” Walam Yakun lahu kufuwan Ahad “ yang artinya adalah ” tidak ada satupun yang menyerupainya “. untuk mentafsiri kata ” Istawa “ maka harus disesuaikan dengan sifat Alloh. Imam Malik berkata :

“ Istawa sebagaimana Ia mensifati Dzat-Nya, tidak dikatakan ( mengenai istawa ) bagaimana, dan sifat-sifat makhluk mustahil bagi-Nya “.

 

Imam al Qusyairi berkata : “ Istawa berarti Hafidzha, qahara, dan abqa; memelihara,menundukkan, dan menguasai, serta menetapkan”.

 

 

Tidak boleh diyakini bahwa Alloh duduk atau bersemayam diatas ‘arsy, karena keyakinan ini adalah aqidah orang yahudi. Dan aqidah ini merupakan pendustaan terhadap firman Alloh :“ Maka Janganlah kalian mengadakan serupa-serupa bagi Alloh “
al Imam ar-Rifa’i dalam kitabnya Hal Ahl Haqiqah ma’a Alloh sebagai berikut :
“Al Imam ar-Rifa’i berkata : “ Batas akhir pengetahuan seorang hamba tentang Alloh adalah meyakini bahwa Alloh ta’ala ada tanpa bagaimana (sifat-sifat makhluk) dan ada tanpa tempat. “
Karena Seandainya Alloh bertempat niscaya banyak sekali yang menyerupai-Nya, dan Alloh Maha suci dari tempat.

Imam Al-Ghazali: “ Tidaklah sah ibadah seseorang setelah ia mengetahui Alloh yang ia sembah”.

al Imam Malik menuturkan kaidah yang bermanfaat dalam ilmu tauhid :

“ Apapun yang terlintas dalam benak kamu(tentang Alloh),maka Alloh tidak seperti itu “.

Ayat diatas telah menjelaskan secara gamblang bahwa Alloh tidak dapat dibayangkan dan tidak boleh diserupakan terhadap makhluknya.


Jika diartikan secara dhohir seperti ayat diatas ” bersemayam” itu nicsaya banyak sekali yang menyerupainya. berhati-hatilah saudara – saudaraku sekalian dalam berakidah karena jika salah dalam memilih akidah maka segala amal ibadah saudara tertolak dan saudara dalam keadaaan kafir setelah beriman.

untuk mengetahui lebih lanjut silahkan download berkasnya di www.darulfatwa.org.au

 

 

Sumber : SYAHAMAH Press.

Hello world!

November 11, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.